Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Anak Tuhan Yang Setia - Ayub 18:1-21


Baca Firman TUHAN: Ayub 18: 1-21 (TB). 

"Bagaimanapun juga terang orang fasik tentu padam, dan nyala apinya tidak tetap bersinar." (Ayub 18:5)


“Setia sampai akhir dalam keyakinan” itulah catatan terakhir Robert Wolter Monginsidi seorang pejuang dari Sulawesi Utara sebelum tewas dihukum tembak oleh pemerintah Hindia Belanda. Catatan itu dia selipkan dalam Alkitab yang dipegang erat saat ajal menjemputnya di ujung senapan.


Kisah kepahlawanan Kristen dari bumi nusantara ini, sangat menyentuh dan patut diteladani. Memiliki jiwa militansi Kristen seperti itu pasti melalui sebuah perjalanan iman yang tidak sederhana, apalagi di tengah masyarakat yang mementingkan kepentingan diri–sendiri.


Ayub juga menghadapi situasi yang sama saat dia dinasehati oleh teman-temannya yang juga mengaku percaya kepada Allah. Apa yang dikatakan oleh teman-teman Ayub di sini nampak bukan sebuah nasehat namun penghakiman bagi Ayub. Tetapi Ayub tidak pernah berpaling dari Allah dan mempercayakan hidup sepenuhnya dalam kasih karunia Allah.


Anak-anak jemaat di tengah masyarakat atau sekolah umum mereka juga sering dihakimi bahwa menjadi Kristen merupakan kesalahan besar Tanpa pendampingan yang benar maka anak-anak jemaat bisa tertekan secara kejiwaan. Untuk itu peran orang tua dan gereja sebagai pendamping anak sangat dibutuhkan. Kita jangan sampai ikut-ikutan menghakimi mereka karena kesalahan mereka. Sebab, penghakiman hanya akan menghambat perkembangan (iman). Lebih baik kita menyadarkan dan mengarahkan mereka kepada kebenaran iman yang sejati.


Iman yang benar bahwa Yesuslah yang menyelamatkan hidup manusia harus ditekankan. Di dunia ini agama tidak menyelamatkan, Alkitab tidak juga, apalagi ritual ibadah. Yang menyelamatkan hanyalah Tuhan Yesus. Jadi saat anak  anak saudara menyadari betapa besar kasih Kristus yang telah menyelamatkannya, maka pujian syukur akan terucap setiap saat. Bahkan dalam keadaan tertekanpun mereka selalu bersyukur. Merekapun juga malu membuat keburukan, sebab Tuhan Yesus telah mengajarkan kasihNya kepada mereka dan semua ciptaanNya.


"Anak-anak lebih membutuhkan teladan dari pada kecaman." (Joseph Joubert)


Roma 12:2 (TB)  "Dan janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Amin, puji nama TUHAN

Admin
Admin Admin membership www.pikirankristen.com || follow us https://linktr.ee/pikirankristen

Posting Komentar untuk "Menjadi Anak Tuhan Yang Setia - Ayub 18:1-21"